Prestasi Atlet Disabilitas Jadi Kebanggaan Bangsa, KSP Dorong Penguatan NPC Riau

By Bermadah 29 Sep 2026, 21:34:26 WIB Riau
Prestasi Atlet Disabilitas Jadi Kebanggaan Bangsa, KSP Dorong Penguatan NPC Riau

BERMADAH.CO.ID, PEKANBARU — Komitmen pemerintah dalam mengawal pelaksanaan program prioritas Presiden Republik Indonesia kembali diperkuat melalui kunjungan Staf Kepresidenan Republik Indonesia (KSP) ke Provinsi Riau. Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memastikan program pemerintah berjalan efektif sekaligus memperkuat pembinaan atlet, khususnya atlet National Paralympic Committee (NPC) Riau.

Mengusung tema “Berjuang Bersama Ukir Prestasi”, agenda tersebut tidak hanya membahas pengendalian program prioritas Presiden, tetapi juga menyoroti sejumlah isu strategis, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, hingga pembangunan kepemudaan dan olahraga.

Pertemuan antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Riau, dan jajaran NPC Riau juga menjadi forum untuk membahas berbagai tantangan serta kebutuhan pembinaan atlet disabilitas. Sinergi lintas pemerintahan dinilai penting agar potensi atlet dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Rombongan Staf Kepresidenan RI dipimpin Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi III Kepala Staf Kepresidenan, Dr. Yan Hiksas, S.E., M.Si. Turut hadir Tenaga Ahli Utama KSP Lindsey Afsari, S.T., M.I.Kom., Tenaga Ahli Madya KSP Drs. M. Udyiana Mulyadin, M.Pd., serta Tenaga Ahli KSP Drs. Hakimah Zakaria.

Yan Hiksas menegaskan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan program prioritas Presiden dapat diimplementasikan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya melalui pemenuhan kebutuhan dasar. Pemerintah juga perlu membuka ruang seluas-luasnya agar setiap warga negara memiliki kesempatan mengembangkan potensi, meningkatkan kepercayaan diri, serta menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Dalam konteks olahraga, prestasi atlet memiliki arti strategis bagi bangsa. Tidak terkecuali atlet penyandang disabilitas yang telah menunjukkan kemampuan dan daya juang dalam berbagai kompetisi.

Ketika atlet Indonesia tampil dan meraih prestasi di tingkat internasional, perjuangan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi maupun daerah, tetapi juga membawa nama Indonesia dan mengibarkan Merah Putih di kancah dunia.

Karena itu, dukungan terhadap pembinaan atlet perlu dilakukan secara konsisten, baik melalui penyediaan sarana dan prasarana, kesempatan berlatih, peningkatan kualitas pembinaan, maupun dukungan terhadap keikutsertaan atlet dalam berbagai kompetisi.

Selain aspek olahraga, pertemuan tersebut turut membahas pentingnya memperluas kesempatan bagi penyandang disabilitas dalam berbagai bidang kehidupan.

Kesetaraan kesempatan menjadi bagian penting dalam pembangunan yang inklusif. Kondisi fisik maupun perbedaan kemampuan tidak semestinya menjadi penghalang bagi seseorang untuk berpartisipasi, berkarya, memperoleh pekerjaan, maupun mengembangkan potensi.

Dukungan terhadap penyandang disabilitas juga dinilai perlu diperluas di luar arena olahraga. Pemberdayaan ekonomi, akses terhadap dunia kerja, serta kebijakan perusahaan yang memberikan ruang bagi tenaga kerja penyandang disabilitas sesuai kompetensi merupakan bagian yang perlu mendapat perhatian.

KSP juga mendorong pemerintah daerah untuk memberikan perhatian lebih serius terhadap kelompok penyandang disabilitas. Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah diperlukan agar berbagai program, fasilitas, dan kegiatan pembangunan dapat semakin terbuka terhadap partisipasi penyandang disabilitas.

Dengan demikian, pembinaan tidak hanya diarahkan untuk mencetak atlet berprestasi, tetapi juga mendorong terciptanya kemandirian dan kesempatan yang lebih luas bagi penyandang disabilitas dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Riau, Yurnalis, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Riau terus mendukung pelaksanaan program prioritas Presiden, khususnya di sektor kepemudaan dan olahraga.

Menurut Yurnalis, pembinaan atlet merupakan bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di bidang olahraga.

“Dorongan Pemprov untuk program Presiden terus berjalan dengan baik, termasuk pembinaan para atlet, terkhusus NPC,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa pembinaan atlet tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses panjang dan berkelanjutan, mulai dari peningkatan kemampuan atlet, pemenuhan sarana dan prasarana, hingga pemberian kesempatan mengikuti kompetisi secara rutin.

Sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Riau, dan organisasi olahraga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesinambungan pembinaan.

Melalui kolaborasi tersebut, atlet NPC Riau diharapkan semakin berkembang dan mampu mengukir prestasi yang tidak hanya mengharumkan nama Riau, tetapi juga membawa nama Indonesia ke tingkat nasional maupun internasional.

Ketua NPC Riau, Indra Warman, menyampaikan apresiasi terhadap perhatian dan dukungan pemerintah terhadap pembinaan atlet penyandang disabilitas di Riau.

Ia menilai dukungan yang diberikan selama ini pada prinsipnya sudah memadai. Namun, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dikembangkan agar pembinaan dan pertumbuhan prestasi atlet dapat berlangsung lebih optimal.

“Pada prinsipnya, apresiasi dan dukungan yang diberikan sudah memadai. Namun, perlu kami sampaikan masih banyak yang mesti dikembangkan untuk pertumbuhan atlet ke depan dalam mencapai prestasi,” ujarnya.

Indra juga memaparkan perkembangan atlet-atlet NPC Riau yang tengah berjuang dalam berbagai kompetisi, baik di tingkat internasional maupun Asia. Sejumlah cabang olahraga, termasuk bulu tangkis dan sepak bola sifil, menjadi bagian dari perjuangan atlet dalam membawa nama daerah dan Indonesia.

Perjalanan para atlet tersebut menunjukkan bahwa pembinaan berkelanjutan menjadi kebutuhan penting. Konsistensi latihan, peningkatan kemampuan, dukungan fasilitas, serta pengalaman bertanding menjadi bagian yang saling berkaitan dalam membangun prestasi.

Bagi NPC Riau, prestasi atlet tidak semata-mata diukur melalui jumlah medali. Lebih dari itu, olahraga menjadi ruang bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan, membangun kemandirian, meningkatkan kepercayaan diri, sekaligus memberikan inspirasi kepada masyarakat.

Pesan yang dibawa para atlet pun jelas: keterbatasan fisik bukan alasan untuk berhenti berkarya dan mengejar prestasi.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dialog dan tanya jawab mengenai perkembangan serta masa depan NPC Riau. Diskusi tersebut dipandu langsung oleh Tenaga Ahli Utama KSP, Lindsey Afsari, S.T., M.I.Kom.(***)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Teknologi

Read More

Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

  • PelangiQQ

    Ah.. paling bentar ajaa tu - Dapatkan bonus melimpah untuk member baru !! Hanya di ...

    View Article
  • Pelangipoker

    Semoga hukum dapat ditegakkan walaupun melawan orang berduit - Dapatkan bonus untuk member baru ...

    View Article
  • Pokerpelangi

    Udah dapat keja lain mungkin. Habis lama kali diterima PNS - Poker online bonus terbesar untuk ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video