▴Pelantikan Bupati Siak▴
▴Iklan DPRD Siak▴ Program MALIKA, PDC Ubah Limbah Jelantah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

BERMADAH.CO.ID, PEKANBARU - PT Patra Drilling Contractor (PDC) terus memperkuat komitmennya dalam memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Salah satu program yang dikembangkan adalah MALIKA (Mari Kelola Jelantah Kita), yakni program edukasi dan pemberdayaan masyarakat untuk mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai ekonomi, seperti sabun dan lilin aromaterapi.
Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengurangi dampak lingkungan akibat pembuangan minyak jelantah, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh tambahan pendapatan melalui pengembangan usaha berbasis UMKM.
Direktur Keuangan dan Penunjang Bisnis PT PDC, Fitra Adriza didampingi Manager Corsec Ani Aryani mengatakan, program MALIKA dirancang berdasarkan pemetaan sosial atau social mapping terhadap potensi dan kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
"Kami melakukan social mapping untuk melihat potensi dan kebutuhan masyarakat sekitar. Karena bisnis catering kami menghasilkan limbah minyak jelantah secara konsisten, limbah ini dimanfaatkan dan dikonversi menjadi produk yang bisa menambah pendapatan warga," ujar Fitra saat bersilaturahmi dengan insan pers di Pekanbaru, Selasa (18/08/2026).
Menurut Fitra, program pengolahan minyak jelantah tersebut merupakan pengembangan dari program pemberdayaan yang telah dilaksanakan PDC pada tahun sebelumnya di wilayah Duri, Kabupaten Bengkalis.
Pada 2025, PDC memberdayakan masyarakat di dua desa, yakni Desa Petani dan Desa Buluh Manis, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Hasilnya cukup positif. Kelompok binaan di wilayah tersebut mampu membukukan omzet penjualan sekitar Rp83 juta dalam kurun waktu satu tahun dari produk sabun dan lilin yang dihasilkan.
"Melihat keberhasilan tersebut, PDC memperluas jangkauan program pada tahun 2026 ini ke tiga desa di wilayah Bangko, yakni Bangko Permata, Bangko Jaya dan Bangko Bakti, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir," ungkapnya.
PDC juga merencanakan pengembangan program serupa ke wilayah Marunda, Jakarta Utara, sebagai bagian dari upaya memperluas dampak program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.
Sementara itu, Ani Aryani menjelaskan, proses pengolahan minyak jelantah dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari penyaringan hingga pemurnian menggunakan bahan pendukung tertentu.
Minyak jelantah yang berasal dari unit bisnis katering perusahaan terlebih dahulu disaring dan diproses beberapa kali untuk mengurangi endapan, bau, serta warna gelap. Setelah melalui proses pemurnian, minyak yang telah lebih jernih kemudian diolah bersama bahan pendukung untuk menghasilkan sabun dan lilin aromaterapi.
"Produk akhir dipasarkan ke lingkungan sekitar, dimanfaatkan oleh pemerintah desa setempat sebagai suvenir resmi desa, serta dibeli kembali oleh PT PDC untuk kebutuhan suvenir acara perusahaan," kata Ani.
Fitra menambahkan, keberlanjutan program tersebut didukung oleh ketersediaan bahan baku yang berasal dari limbah minyak jelantah unit katering perusahaan serta pelatihan yang dilakukan secara berkelanjutan kepada kelompok masyarakat binaan.
Melalui program MALIKA, PDC berharap masyarakat tidak hanya mampu mengurangi limbah yang berpotensi mencemari lingkungan, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan baru.
"Program ini telah dimulai sejak 2025 di Duri dan berlanjut serta berkembang pada 2026 di Bangko. Program ini memanfaatkan limbah dapur catering perusahaan agar tidak mencemari lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar," ujarnya.
Program MALIKA yang dilaksanakan pada 14 hingga 16 Juli 2026 tersebut melibatkan 25 peserta dari Desa Bangko Bakti, Desa Bangko Jaya, dan Desa Bangko Permata, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.
Para peserta mendapatkan edukasi mengenai dampak pembuangan minyak jelantah terhadap lingkungan, sekaligus pelatihan teknis mengolah limbah tersebut menjadi produk bernilai guna, seperti lilin aromaterapi dan sabun.
Program ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara upaya menjaga lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, dengan memanfaatkan limbah yang sebelumnya tidak bernilai menjadi produk yang memiliki nilai jual.
Dengan pengembangan program secara berkelanjutan, PDC menargetkan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan dapat semakin kuat dan mampu mendorong kemandirian ekonomi berbasis UMKM.(***)
Berita Terkait
- Husni Tamrin Pimpin Penurunan Bendera Merah Putih,Tutup Peringatan HUT ke-81 RI dengan Penuh Khidmat0
- PLN UID Riau dan Kepri Pastikan Listrik Andal di Berbagai Wilayah0
- PLN Hadirkan Promo Merdeka Day, Diskon Tambah Daya 50% Lewat PLN Mobile0
- HUT RI di Kampung Bungsur Berlangsung Khidmat0
- Upacara Pengibaran Bendera Peringatan HUT ke-81 RI tahun 2026 di Kecamatan Sungai Apit0
- Dirreskrimsus Polda Riau Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Bandar Sei Kijang0
- Upacara Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 2026 di Lapangan Kecamatan Pusako0
- IZI Riau Peringati HUT ke-81 RI dengan Berbagai Kegiatan0
- Ribuan Peserta Ikuti Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pelalawan0
- Ribuan Warga Meriahkan Jalan Santai Bersama Kapolsek Pangkalan Lesung0
Berita Populer
- DR Karmila Sari Dorong Pengembangan SMAN Olahraga Riau
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit, Jumat 8 November
- Luncurkan Implementasi Layanan Elektronik se-Bali,Menteri AHY:BPN Siap Layani Masyarakat MakinCepat
- Penangkapan Jaringan Internasional Narkoba di Riau, Empat Tersangka Ditangkap
- Bangun Literasi Masyarakat Lewat Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
- Festival Pilkada Riau 2024
- 382 Personil Polri Diterjunkan untuk Pengamanan TPS Pilkada di Kabupaten Pelalawan
- Wisuda Unisi 2024, Momen Keberhasilan dan Harapan Baru bagi Lulusan
- Perubahan Tradisi Perkawinan Suku Petalangan di Desa Palas, Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan
- Rombongan Kajati Riau Monev di Kejari Pelalawan







