▴Pelantikan Bupati Siak▴ PT ITA dan Pemkab Siak Tanam 5.000 Mangrove, Perkuat Kolaborasi Jaga Pesisir

Keterangan Gambar : Dengan latar belakang platform fasilitas produksi PT Imbang Tata Alam (ITA), pimpinan dan manajemen PT ITA bersama Bupati Siak, Kapolres Siak dan stakeholders lainnya menanam pohon serentak di Desa Bunsur, Kecamatan Sei Apit, Siak, 26 Juli 2026
BERMADAH.CO.ID, SIAK - Puncak peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 digelar di Desa Bunsur, Kecamatan Sei Apit, Kabupaten Siak, Ahad, 26 Juli 2026. PT Imbang Tata Alam (ITA) bersama Yayasan Bakrie Untuk Negeri (BUN), Pemerintah Kabupaten Siak, kelompok konservasi mangrove se-Provinsi Riau, serta berbagai pemangku kepentingan menanam 5.000 bibit sebagai wujud kolaborasi memperkuat perlindungan wilayah pesisir dan menjaga keberlanjutan ekosistem.
Mengusung tema "Kolaborasi Generasi Hijau untuk Mangrove Berkelanjutan", kegiatan tersebut dihadiri Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli, Kepala Kepolisian Resor Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, Danramil 02/Sungai Apit Kapten Inf. Syaidini Ali Tanjung, General Manager PT Imbang Tata Alam Eppy Gustiawan, SVP HCS and GPA EMP Ranendra, Tenaga Ahli Menteri (TAM) LHK bidang Advokasi dan Partisipasi Publik, Yudi Syamhudi Suyuti, TAM bidang Media dan Komunikasi Publik, A Toha Almansur, Kabid Wilayah Pusdal LH Riau, Alfi fahmi, serta sejumlah undangan lainnya.
serta dua staf ahli Menteri Lingkungan Hidup.
Aksi penanaman menjadi puncak rangkaian Hari Mangrove Sedunia 2026 yang telah berlangsung sejak 10 Juli 2026. Berpusat di kawasan Kelompok Konservasi Mangrove Sungai Bersejarah (MSB), PT ITA menggelar beragam kegiatan edukatif, mulai dari lomba foto dan video, lomba mewarnai dan melukis.
Juga lomba menabung lumpur, festival mencari lokan, edukasi mangrove, workshop dan seminar yang menghadirkan akademisi serta praktisi, lomba kreasi masakan berbahan lokan pesisir, hingga malam apresiasi bagi para pegiat konservasi. Seluruh rangkaian tersebut bertujuan menumbuhkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir sebelum terlibat dalam aksi penanaman.
Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli mengatakan tantangan terbesar rehabilitasi mangrove bukan terletak pada proses penanaman, melainkan menjaga bibit agar mampu bertahan hidup di pesisir yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka.
"Menanam mangrove itu pekerjaan yang mudah. Yang paling sulit adalah menjaga agar mangrove tetap tumbuh. Tantangan terbesar di pesisir Siak adalah ombak. Kalau tidak ada pemecah ombak, saya kira yang hidup paling hanya sekitar lima persen," ujarnya.
Sebelum penanaman dimulai, Bupati Siak bersama peserta kegiatan mengikuti dialog secara virtual dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Kelautan dan Perikanan. Dalam kesempatan itu, Afni kembali mengusulkan pembangunan pemecah ombak di sepanjang pesisir Kabupaten Siak agar tingkat keberhasilan rehabilitasi mangrove dapat ditingkatkan.
Menurut Afni, usulan tersebut juga disampaikan di hadapan dua staf ahli Menteri Lingkungan Hidup yang hadir langsung di Desa Bunsur. Ia berharap keduanya dapat meneruskan aspirasi Pemerintah Kabupaten Siak kepada kementerian terkait sehingga pembangunan pemecah ombak segera mendapat dukungan dari pemerintah pusat.
General Manager PT Imbang Tata Alam Eppy Gustiawan menegaskan keberhasilan konservasi hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dan keterlibatan aktif masyarakat.
"Bagi kami, keberhasilan konservasi bukan diukur dari berapa banyak bibit yang ditanam dalam satu hari, tetapi dari seberapa besar kesadaran masyarakat yang tumbuh untuk menjaga mangrove dalam jangka panjang," kata Eppy.
Ia menjelaskan, mangrove berperan sebagai pelindung alami pantai dari abrasi, habitat berbagai biota laut, penyerap karbon, sekaligus penopang mata pencaharian masyarakat pesisir. Karena itu, upaya pelestariannya memerlukan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat.
Eppy menambahkan, penanaman 5.000 bibit pada peringatan Hari Mangrove Sedunia tahun ini merupakan bagian dari program pelestarian yang terus dijalankan perusahaan. Hingga kini, PT Imbang Tata Alam telah menanam sekitar satu juta bibit mangrove di berbagai kawasan pesisir sebagai kontribusi terhadap perlindungan lingkungan dan penguatan ketahanan wilayah pantai.
"Harapan kami bukan hanya melihat mangrove tumbuh, tetapi juga melihat lahirnya generasi yang mencintai dan menjaga ekosistem pesisir. Dengan begitu, manfaat konservasi akan terus dirasakan masyarakat jauh setelah kegiatan ini berakhir," tutupnya.(Darwis)
Berita Terkait
- Tangani 6,4 Km Jalan Rusak KITB-Sungai Rawa, Bupati Afni Dorong Percepatan Kolaborasi0
- Tangani 6,4 Km Jalan Rusak KITB-Sungai Rawa, Bupati Afni Dorong Percepatan Kolaborasi0
- Dandim 0322/Siak Hadiri Ekspose Percepatan Kerja Sama Pemeliharaan Jalan Daerah0
- Direktur SPR Haris Kampay Teken MoU di Bidang Kelistrikan dengan PT AJA0
- Selasa 28 Juli, Penyemprotan Disinsfektan PMK URC Ternak di Kampung Teluk mesjid 0
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit, Selasa 28 Juli0
- DPD RI Tinjau Pembangunan Jalan Lintas Timur Riau0
- Polsek Pangkalan Kuras Tangani Dugaan Persetubuhan Anak di Bawah Umur0
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit, Senin 27 Juli0
- Senin t27 Juli, Babinsa Koramil 02/SA Follow Up/Mengunjungi Anak Asuh Stunting0
Berita Populer
- DR Karmila Sari Dorong Pengembangan SMAN Olahraga Riau
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit, Jumat 8 November
- Luncurkan Implementasi Layanan Elektronik se-Bali,Menteri AHY:BPN Siap Layani Masyarakat MakinCepat
- Penangkapan Jaringan Internasional Narkoba di Riau, Empat Tersangka Ditangkap
- Bangun Literasi Masyarakat Lewat Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
- Festival Pilkada Riau 2024
- 382 Personil Polri Diterjunkan untuk Pengamanan TPS Pilkada di Kabupaten Pelalawan
- Wisuda Unisi 2024, Momen Keberhasilan dan Harapan Baru bagi Lulusan
- Perubahan Tradisi Perkawinan Suku Petalangan di Desa Palas, Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan
- Rombongan Kajati Riau Monev di Kejari Pelalawan







