▴Pelantikan Bupati Siak▴
▴Iklan DPRD Siak▴ Dentuman Kilang Pertamina Dumai Picu Kepanikan
Wakil Ketua DPD KNPI Pertanyakan Jaminan Keamanan Usai TA Triliunan

BERMADAH.CO.ID, DUMAI — Dentuman keras yang terdengar dari kawasan Kilang Pertamina Dumai pada Rabu malam (2/9/2026) sekitar pukul 22.50 WIB memicu kepanikan warga sekaligus kembali memantik sorotan terhadap aspek keselamatan dan pengendalian operasional di salah satu objek vital nasional tersebut.
Suara dentuman yang terdengar cukup keras membuat sejumlah warga di Tanjung Palas dan kawasan sekitar khawatir. Sebagian warga dilaporkan keluar rumah karena mengira telah terjadi ledakan besar di area kilang.
Peristiwa tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai kondisi operasional kilang, terlebih setelah pelaksanaan Turn Around (TA) yang disebut menelan anggaran hingga triliunan rupiah.
Wakil Ketua DPD KNPI Kota Dumai, Muhammad Aderman yang akrab disapa Ade, mendesak adanya pemeriksaan menyeluruh terhadap pengelolaan dan penggunaan anggaran Turn Around di Kilang Pertamina Dumai.
“Kami meminta BPK RI melakukan audit terhadap Pertamina Patra Niaga Dumai. Kilang ini baru beberapa bulan melakukan Turn Around dengan nilai yang sangat besar, tetapi sekarang kembali muncul kejadian yang membuat masyarakat takut dan panik,” tegas Ade.
Menurut Ade, audit tidak boleh hanya berhenti pada persoalan administrasi keuangan. Pemeriksaan, menurutnya, juga harus menyentuh efektivitas pekerjaan TA, kualitas pemeliharaan, sistem keselamatan, pengendalian tekanan, serta kesiapan unit ketika kembali dioperasikan.
Sorotan semakin tajam apabila benar terdapat persoalan pada proses pengaktifan unit operasional sebagaimana informasi yang beredar. Namun, penyebab teknis peristiwa dan ada atau tidaknya persoalan dalam pengoperasian maupun pengendalian tekanan harus didasarkan pada pemeriksaan teknis dan keterangan resmi pihak terkait.
Menurut Ade, penggunaan anggaran dalam skala besar harus berbanding lurus dengan peningkatan keandalan dan keselamatan fasilitas.
“Jangan sampai uang negara triliunan rupiah digelontorkan untuk memastikan kilang kembali beroperasi, tetapi beberapa bulan kemudian justru muncul insiden yang membuat masyarakat kembali dihantui rasa takut,” ujar Ade.
Pertamina: Suara Letupan Akibat Release Tekanan Saat Start Up
PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai telah memberikan penjelasan resmi mengenai peristiwa tersebut melalui standby statement tertanggal 3 September 2026.
Pertamina membenarkan adanya suara letupan akibat kendala pada salah satu unit operasional di Refinery Unit Dumai.
Area Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Tengku Muhammad Rum, menjelaskan bahwa suara yang terdengar merupakan suara release tekanan ke api obor (flare) saat proses start up.
“Kami menyampaikan bahwa saat ini terdapat kendala operasional pada salah satu unit proses di area kilang yang menyebabkan timbulnya suara bising dan api obor membesar seperti di media sosial. Kondisi ini merupakan bagian dari proses produksi kilang dan sudah ditangani sesuai prosedur. Perusahaan memastikan kilang saat ini dalam kondisi aman dan kondusif,” ujar Muhammad Rum.
Pertamina juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
“Kami memahami ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak. Kami tegaskan bahwa saat ini kondisi telah ditangani dengan baik dan seluruh fasilitas dalam kondisi aman,” tutup Tengku Rum.
Perusahaan turut mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak perlu khawatir.
Wakil Ketua DPD KNPI Dumai Pertanyakan Jaminan Keamanan
Meski Pertamina telah menyatakan kondisi kilang aman dan kondusif, Ade menilai kekhawatiran masyarakat perlu dijawab dengan penjelasan yang lebih rinci dan transparan.
Ia mempertanyakan apakah terdapat jaminan dari Pertamina Patra Niaga RU Dumai bahwa kondisi kilang benar-benar aman setelah terjadinya kendala operasional dan pelepasan tekanan saat proses start up tersebut.
“Apakah ada jaminan dari Pertamina Patra Niaga Dumai terkait pernyataan bahwa kondisi baik-baik saja dan aman? Masyarakat sangat sulit percaya karena baru beberapa bulan selesai TA sudah terjadi kejadian seperti ini,” kata Ade.
Menurutnya, pernyataan mengenai kondisi aman perlu disertai penjelasan teknis yang memadai sehingga masyarakat mengetahui dasar dari kesimpulan tersebut, terutama warga yang tinggal di sekitar kawasan kilang.
Ade juga meminta Pertamina membuka informasi secara transparan mengenai unit yang mengalami kendala, penyebab kendala operasional, mekanisme pelepasan tekanan yang terjadi, hingga hasil evaluasi setelah kejadian.
“Jangan hanya masyarakat dininabobokkan dengan status aman. Harus dijelaskan dan dibuktikan kepada masyarakat bahwa kondisi memang benar-benar aman. Jangan sampai masyarakat diberi pernyataan aman sementara masih terdapat potensi bahaya yang belum diketahui publik,” lanjutnya.
Menurut Ade, keterbukaan tersebut diperlukan agar masyarakat memperoleh kepastian berdasarkan penjelasan teknis dan bukan semata-mata pernyataan bahwa kondisi telah aman.
Ia juga menilai desakan audit menjadi bagian dari upaya mendorong transparansi dan akuntabilitas pengelolaan kilang setelah pelaksanaan Turn Around.
Ade mempertanyakan, apabila pekerjaan Turn Around bernilai triliunan rupiah telah dilakukan untuk meningkatkan keandalan dan keselamatan kilang, mengapa kendala operasional yang menimbulkan suara keras dan memicu kepanikan masyarakat masih terjadi hanya dalam hitungan bulan setelah pelaksanaannya.
Menurutnya, pertanyaan tersebut perlu dijawab melalui keterbukaan informasi dan pemeriksaan yang objektif agar publik mengetahui apakah proses pemeliharaan, penggunaan anggaran, hingga pengendalian keselamatan telah berjalan sebagaimana mestinya.
Sementara itu, Pertamina Patra Niaga RU Dumai melalui keterangan resminya menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan kendala operasional pada salah satu unit proses, dengan suara yang terdengar berasal dari release tekanan ke api obor (flare) saat proses start up. Perusahaan memastikan kondisi telah ditangani sesuai prosedur serta seluruh fasilitas kilang berada dalam kondisi aman.(***)
Berita Terkait
- Jumat 4 September, Babinsa Koramil 02/SA Komsos dan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila0
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit Jumat 4 September 20260
- Peringati Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN UID Riau dan Kepri Hadir Lebih Dekat dengan Pelanggan0
- Lakalantas Mengerikan di Palas Pelalawan, Bak Truk Terlepas dan Kepala Kendaraan Hancur0
- Bupati Zukri Buka Workshop PWI Pelalawan, Wartawan Didorong Kuasai AI Tanpa Tinggalkan Etika0
- Sindikat Perburuan 9 Gajah Terungkap, Koalisi Desak Polisi Telusuri Jaringan dan Aliran Uang0
- Peredaran Narkoba di Kebun Sawit Dibongkar, Dua Pelaku Ditangkap Bawa 91,77 Gram Sabu dan 23 Ekstasi0
- Kakan Kemenag Kota Pekanbaru Apresiasi MAN 1 Pekanbaru Saat Pembukaan OMI 20260
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit kamis tanggal 03 September0
- Kamis 3 September, Pendampingan Penyemprotan Disinsfektan PMK URC Ternak di Kampung Teluk Mesjid 0
Berita Populer
- DR Karmila Sari Dorong Pengembangan SMAN Olahraga Riau
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit, Jumat 8 November
- Luncurkan Implementasi Layanan Elektronik se-Bali,Menteri AHY:BPN Siap Layani Masyarakat MakinCepat
- Penangkapan Jaringan Internasional Narkoba di Riau, Empat Tersangka Ditangkap
- Bangun Literasi Masyarakat Lewat Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
- Festival Pilkada Riau 2024
- 382 Personil Polri Diterjunkan untuk Pengamanan TPS Pilkada di Kabupaten Pelalawan
- Wisuda Unisi 2024, Momen Keberhasilan dan Harapan Baru bagi Lulusan
- Perubahan Tradisi Perkawinan Suku Petalangan di Desa Palas, Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan
- Rombongan Kajati Riau Monev di Kejari Pelalawan







