▴Pelantikan Bupati Siak▴ Oleh-oleh Sarasehan HUT PKNS Riau Ke-27, Paguyuban Sebagai Wadah Dakwah Kultural

BERMADAH.CO.ID, PEKANBARU - Oleh-oleh dari giat Saresehan, Macopat, Seni budaya dan Pengukuhan Paguyuban Kawulo Ngayogyakarta dan Sekitarnya (PKNS) Riau, dengan paguyuban tempat lompatan spiritualitas Hari Ulang Tahun ke-27.
Dalam kegiatan, memiliki rasa yang memberi sebuah kenangan menarik bagi peserta saresehan budaya pada Sabtu malam (18/4/26) di tengah suasana dingin dan hujan lebat.
Edisi Sarasehan, tampil empat tokoh kebudayaan meliputi, Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Kusumonegoro Penghageng II Kawedanan Reksa Suyasa dan Penghageng II Kawedanan Darah Dalem, bersama juga Kanjeng Mas Tumenggung (KMT) Yudawijaya Carik KHP. Datu Dana Suyasa, DR. Santoso dan Datuk Saiful Anwar, terkait tentang nilai-nilai paguyuban dalam merangkai ke indonesiaan.
"Ketika kita bicara tentang nilai makna kebudayaan sebenarnya dalam jati diri sedang terjadi transformasi energi spiritual yang mampu menumbuhkan nilai baru dalam adab dan perilaku sebagai kelembutan, kesederhanaan dan kebijaksanaan menyikapi kehidupan sebagai warga sosial, warga masyarakat dan negara sebagai perwujudan hubungan antara hablum minanas dan hablum minallah," kata Riyono selaku moderator, Selasa, (21/4/26) bertempat Alam Mayang Pekanbaru bertepatan hari Kartini.
Ditambahkannya, dalam diskusi ada hal menarik dari ungkapan para pembicara salah satunya, Datuk Saiful Anwar berucap, harmonisasi Melayu dan pendatang di Riau untuk hidup bersama selalu disebut sebagai "orang kite", tidak menyebut dari mana asalnya.
Begitu juga halnya, KRT Kusumonegoro menegaskan Yogyakarta kawasan kesultanan memahami betul akan perbedaan warna ragam dari pada kebudayaan itu nilai kesantunan dan etika yang kuat dipelihara dalam suatu wadah khusus dan Keraton senantiasa untuk menjaganya dengan benar.
Sementara DR. Santoso, kesempatan ini mengungkapkan, mereka sangat dan sangat memahami kebudayaan itu akan memiliki lompatan spiritual lebih dari pada teori-teori maslow yang ada. Karena mereka berkorban untuk bisa menikmati sekaligus dinikmati sebagai bagian dalam satu kehidupannya dan sangat berarti dalam menjaga ke Indonesia.
Riyono dalam akhir diskusi saresehan mengajak semua segenap warga Riau khususnya penikmat kebudayaan, mari selalu menjaga, agar energi peradaban hadir sebagai kearifan ke Indonesiaan yang majemuk.(***)
Berita Terkait
- Selasa 21 April, Pendampingan Penyemprotan Disinsfektan PMK URC Ternak di Kampung Dusun Pusaka0
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit, Selasa 21 April0
- Merasa Dibatasi Saat Peresmian Galangan Kapal MNS di KITB, Wartawan Pertanyakan Transparansi0
- KRT Kusumonegoro, PKNS Bernillai Strategis0
- Senin 20 April, Babinsa Koramil 02/SA Follow Up/Mengunjungi Anak Asuh Stunting0
- Senin 20 April, Babinsa Koramil 02/Sungai Apit Komsos di Kampung Penyengat0
- PDC dan Upaya Menghadirkan Kemandirian Bagi Penyandang Disabilitas0
- SMK Sawit dan Kehutanan Pertama di Pekanbaru Hadir, Jawaban Kebutuhan SDM Perkebunan Riau0
- Aswin E Siregar Kembali Terpilih Sebagai Ketua IKA Fakultas Hukum USU Wilayah Riau0
- Rangkaian Kegiatan HUT PKNS Provinsi Riau Ke-270
Berita Populer
- DR Karmila Sari Dorong Pengembangan SMAN Olahraga Riau
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit, Jumat 8 November
- Luncurkan Implementasi Layanan Elektronik se-Bali,Menteri AHY:BPN Siap Layani Masyarakat MakinCepat
- Penangkapan Jaringan Internasional Narkoba di Riau, Empat Tersangka Ditangkap
- Bangun Literasi Masyarakat Lewat Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
- Festival Pilkada Riau 2024
- 382 Personil Polri Diterjunkan untuk Pengamanan TPS Pilkada di Kabupaten Pelalawan
- Wisuda Unisi 2024, Momen Keberhasilan dan Harapan Baru bagi Lulusan
- Perubahan Tradisi Perkawinan Suku Petalangan di Desa Palas, Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan
- Rombongan Kajati Riau Monev di Kejari Pelalawan







