▴Pelantikan Bupati Siak▴ Pelalawan Aman dari Banjir Luapan Sungai Kampar

BERMADAH.CO.ID, PELALAWAN — Alhamdulillah, Kabupaten Pelalawan tahun ini terhindar dari bencana banjir luapan Sungai Kampar. Hingga Minggu, 25 Januari 2026, banjir yang selama ini menjadi momok warga tidak terjadi, khususnya di wilayah rawan sepanjang Sungai Kampar dan Jalan Lintas Timur Sumatera.
Luapan Sungai Kampar yang pada tahun-tahun sebelumnya kerap memutus akses Jalan Nasional Lintas Timur Sumatera KM 73 hingga KM 83, kini tidak lagi terjadi. Kawasan pemukiman warga di sepanjang bantaran sungai pun terpantau aman tanpa genangan air.
Kondisi ini disambut rasa syukur oleh masyarakat. Warga yang selama ini hidup berdampingan dengan ancaman banjir langganan mengaku lega karena aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat berjalan normal tanpa gangguan.
Sudirman Sirait, salah seorang warga yang tinggal di kawasan Jalan Lintas Timur Pelalawan, mengungkapkan rasa syukurnya. Menurutnya, musim hujan ekstrem telah berlalu dan pembukaan pintu spillway PLTA Koto Panjang yang biasanya memicu banjir besar juga telah selesai tanpa menimbulkan dampak serius.
“Sekarang tidak terjadi lagi banjir yang sangat kami takutkan. Semoga ke depan sudah ada perbaikan agar banjir luapan Sungai Kampar tidak terulang lagi,” ujar Sudirman.
Diketahui, periode September hingga Desember 2025 sebelumnya diprediksi akan mengalami curah hujan ekstrem. Ditambah lagi, pembukaan pintu spillway PLTA Koto Panjang yang berlangsung dari 30 Desember 2025 hingga 23 Januari 2026 sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat.
Namun, kekhawatiran tersebut tidak terbukti. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Pelalawan berhasil melewati periode rawan banjir tanpa kejadian besar, menunjukkan adanya perubahan pola penanganan dan pengelolaan yang lebih baik.
Warga berharap perbaikan terus dilakukan, mulai dari pengelolaan pembukaan spillway PLTA Koto Panjang, penanganan lahan gambut, pemberantasan pertambangan ilegal, hingga pemulihan kerusakan hutan di wilayah hulu Sungai Kampar.
Curah hujan ekstrem yang melanda wilayah Sumatera pada Desember 2025 bahkan sempat memicu bencana longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Namun, Provinsi Riau, khususnya Kabupaten Pelalawan, berhasil terhindar dari bencana serupa.
Kondisi ini menjadi harapan baru bagi masyarakat Pelalawan bahwa banjir luapan Sungai Kampar yang selama ini menjadi bencana tahunan dapat dikendalikan, demi keselamatan warga dan kelancaran aktivitas ekonomi di daerah tersebut.(EP)
Berita Terkait
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit, Minggu 25 Januari0
- Minggu 25 Januari, Babinsa Koramil 02/Sungai Apit Komsos di Kampung Pebadaran0
- Pemberian Bibit Cabe dan Pepaya Colifornia, Hijaukan Masjid Agung Al-Firdaus0
- Yudhistira Ade Pratama Pimpin HPMKG 2025–20270
- Sabtu 24 Januari, Babinsa Koramil 02/Sungai Apit Komsos di Kampung T Batil0
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit Sabtu 24 Januari0
- Presiden Prabowo Siap Hadir di HPN 20260
- ASEAN Para GamesThailand, Atlet NPC Riau Kembali Sumbang Medali untuk Indonesia0
- Pelayanan Regident Polres Siak Dukung Program Kapolda Riau0
- Dua Warga Bukit Gajah Dibekuk Kasus Pencurian Galah Palm Pro PT IIS0
Berita Populer
- DR Karmila Sari Dorong Pengembangan SMAN Olahraga Riau
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit, Jumat 8 November
- Luncurkan Implementasi Layanan Elektronik se-Bali,Menteri AHY:BPN Siap Layani Masyarakat MakinCepat
- Penangkapan Jaringan Internasional Narkoba di Riau, Empat Tersangka Ditangkap
- Bangun Literasi Masyarakat Lewat Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
- Festival Pilkada Riau 2024
- 382 Personil Polri Diterjunkan untuk Pengamanan TPS Pilkada di Kabupaten Pelalawan
- Wisuda Unisi 2024, Momen Keberhasilan dan Harapan Baru bagi Lulusan
- Perubahan Tradisi Perkawinan Suku Petalangan di Desa Palas, Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan
- Rombongan Kajati Riau Monev di Kejari Pelalawan







