Tertib Administrasi Cucu Bermasalah, Nenek Ronti Situmorang Surati Polres Tapsel

By Bermadah 25 Mei 2022, 20:26:29 WIB Hukrim
Tertib Administrasi Cucu Bermasalah, Nenek Ronti Situmorang Surati Polres Tapsel

BERMADAH.CO.ID, PAPSEL - Seorang nenek bernama Ronti Situmorang (69) berstatus janda tua mengajukan surat ke Polres Tapanuli Selatan. Pasalnya kedua cucunya yang tinggal bersamanya tidak mendapat data administrasi yang benar. Seharusnya cucunya bermarga Harefa sebagai mana bapak biologisnya. Namun di data administrasinya tertulis Simangunsong. Hal ini terungkap saat penelusuran Media ini di Desa Lumban Jabi Jabi Kecamatan Tano Tombangan (Tantom) Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Rabu (25/5/2022).

Cucu nenek Ronti Situmorang menjadi korban. Inisial cucunya RM dan DP (RM jenis kelamin perempuan, 13 tahun kelas VII SMP dan DP jenis kelamin laki laki, 10 tahun kelas IV SD). 
 
Nenek Ronti Situmorang menceritakan bahwa anaknya Dormiati Gultom ibu dari kedua cucunya yang salah data aministrasi itu telah menikah tiga kali. Dormiati Gultom menikah dengan suami pertama bermarga Harefa. Suami kedua marga Simangunsong selanjutnya suami ketiga saat ini bermarga Sitompul.

"Begitulah hanya kepentingan si ibu yang paling dipentingkan, sehingga kurang memikirkan hak dan kebutuhan anak. Si ibu tanpa menyadari kepentingan kebutuhan tertib administrasi anak-anaknya. Harusnya RM dan DP bermarga Harefa sebagai mana marga ayah kandungnya. Bukan Simangunsong seperti yang tertulis pada data administrasi anak," ungkap nenek Ronti yang berjuang untuk masa depan cucunya.

RM dan DH diasuh oleh neneknya Ronti Situmorang sejak Dormiati menikah lagi. RM dan DH disekolahkan sedaya mampunya. Saat ini RM menjalani pendidikan SMP Kelas VII dan DP kelas IV SD.

Nenek Ronti menyekolahkan cucu dan merawat kesehatan cucunya 
untuk mencapai cita-citanya. Sedang ibu kandungnya Dormiati Gultom seharusnya memikirkan tertib administrasi anaknya.
 
Saat ini baru terungkap ketidak beresan administrasi RM dan DP  sebagai mana yang yang tertera selama ini. "Susah, sangat susah, jika begini kejadiannya. Pada hal ini sangat menentukan ke depannya. Untuk itu diperlukan perbaikan tertib administrasi," ujar nenek Ronti.

Sementara, Dormawati Gultom, saat ditemui Media ini, mengakui salah dan lalai, dan minta maaf karena menikah lagi. 

Dijelaskan Dormiati, dari suaminya pertama Anwari Harefa yang memperoleh hasil perkawinannya dua anak. Satu putri (RM) dan satu lelaki (DP). Masing-masing anaknya diasuh neneknya duduk di bangku SD dan SMP di Kecamatan Tantom Angkola.

Diakuinya, kedua anaknya RM dan DP semua salah administrasinya tertulis menjadi marga Simangunsong waktu itu suami kedua. Sedangkan suami saat ini marga Sitompul. Seharusnya nama kedua anaknya RM dan DP harus marga Harefa, bukan Simangunsong.

"Yang benar adalah tertanda P2-P6-PIX, itu yang akan diperbaiki  di Disdukcapil. Sedangkan yang salah adalah seperti tertuang dalam suratnya, P1- P2- P3- P3a- P4- P5- P8- P10 dan P10a. Hal inilah yang sangat penting disempurnakan," ujar keluarga nenek Ronti yang ikut memberi nasehat sebagai solusi.

Nenek Ronti Situmorang mengajukan surat kepada Polres Tapsel. Surat juga tersebut ditembuskan kepada Bupati Tapsel (Dukcapil Tapsel), Kades Lumban Jabi Jabi, Kepala Sekolah SD tempat DP sekolah, Kepala Sekolah SMP tempat RM sekolah. Surat juga disampaikan kepada Pendeta HKBP agar juga diumumkan kepada masyarakat luas.

Harapan nenek Ronti Situmorang, Surat itu ditujukan pada pihak Polres Tapsel untuk dapat membantu proses solusi sesuai hak-hak sipil kedua cucunya. Agar  untuk menggapai cita-cita masa depan, kelak tidak ada permasalahan administrasi.

Surat bermeterai sepuluh ribu rupiah, ditanda tangani oleh nenek Ronti Situmorang dan ibunya Dormiati Gultom, saksi masyarakat S Sitanggang dan M Hutagaol juga  perwakilan Media, turut menyaksikan, dan memohon kepada pihak polres Tapsel.

Sementara ibu Guru di sekolah tempat RM dan DP sekolah  berinisual RG merasa heran. "Setahu kami marga Harefa suaminya atau orang tua si anak. Kenapa jadi dibuat marga Simangunsong?," kata ibu guru itu kesal. "Repot dan capek jadinya mengurus dan memperbaiki ini," ketusnya.

Kades Lumban Jabi jabi, Sampe Siringo ringo tidak sempat memberi komentar. Mungkin karena, kesibukannya, mengingat di isi kartu keluarga neneknya ditulis Rinta Megayanti Simangunsong dan Daniel Putra Simangunsong padahal seharusnya marga Harefa.

Surat dilayangkan ke Polres Tapsel tertanggal Selasa (24/05/2022). Belum memberi jawaban, dan sedang menunggu dan mengikuti perkembangannya.(EP)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

  • PelangiQQ

    Ah.. paling bentar ajaa tu - Dapatkan bonus melimpah untuk member baru !! Hanya di ...

    View Article
  • Pelangipoker

    Semoga hukum dapat ditegakkan walaupun melawan orang berduit - Dapatkan bonus untuk member baru ...

    View Article
  • Pokerpelangi

    Udah dapat keja lain mungkin. Habis lama kali diterima PNS - Poker online bonus terbesar untuk ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video